4 CARA UNTUK MENDAPATKAN AMPUNAN ALLAH

PRAKATA

            Tak ada lagi yang diinginkan seorang hamba di akhir hidupnya kecuali ampunan dari Rabb-nya. Meskipun dosa yang ia lakukan begitu banyaknya, namun dalam hati kecilnya masih mengharap dikala malaikat mancabut ruhnya. Jangan sampai kita telat untuk mendapatkan ampunan-Nya

QURAN SURAT TOHA : 82

{وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى} [طه: 82]

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.”

Dalam ayat diatas, Allah mengaitkan ampunannya dengan 3 hal, yaitu :

BERTAUBAT

            Cara yang pertama adalah dengan taubat, taubat adalah keluar dari apa yang Allah benci, baik yang nampak ataupun yang tidak nampak, menuju pada apa yang Allah cintai. Taubat juga berarti menyesali atas apa yang diperbuat dari dosa-dosanya, yang besar juga yang kecil. Dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.

BERIMAN PENUH

            Cara yang kedua untuk mendapatkan ampunan Allah adalah dengan memperbaiki kualitas iman kita. Iman adalah amalan hati yang mana kita mengikrarkan dan membenarkan segala yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan dengan keyakinan yang mantap. Iman yang mencakup keyakinan kita pada Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, dan hari kiamat. Itu semua adalah pondasi yang utama untuk mewujudkan bangunan ketaatan kita.

            Dan tidak dipungkiri lagi, bahwasanya dengan iman yang kokoh itu, mampu menjauhkan kita dari segala bentuk keburukan dan kekejian. Karena ketika hati sudah dipenuhi dengan Cahaya iman, maka gelapnya maksiat akan sirna bak gelapnya malam yang hilang ketika matahari menyinari.

AMALAN BAIK

            Setelah itu, amalan sholih menjadi cara ketiga yang harus dilakukan seorang mukmin untuk mendapat ampunan Allah. Semua bentuk amalan sholih, baik amalan hati seperti mengingat Allah, perasaan takut pada Allah, juga amalan anggota tubuh yang Nampak seperti sholat, baca alqur’an, dll.

TERUSKAN…JAGA .. DAN TAMBAH..

            Kemudian yang keempat, jagalah iman tersebut, jaga diri kita agar tetap dalam Cahaya hidayah, bahkan tambah dan terus perbaiki kualitas dan kuantitasnya. Barangsiapa yang sempurna melakukan keempat hal ini, maka kabar gembira baginya berupa ampunan Allah.

Referensi : Taysiir Al latiif Al mannaan fii khulaasoti tafsiir Al quran, hlm. 236

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada yang bisa kami bantu
Send via WhatsApp